Kemasan Plastik Ramah Lingkungan Untuk Menunjang Bisnis Anda

Kemasan Plastik Ramah Lingkungan Untuk Menunjang Bisnis Anda

By admin 0 Comment May 20, 2019

Dewasa ini, permasalahan di Indonesia terkait lingkungan adalah masih mengenai sampah plastik yang semakin hari semakin menumpuk. Berbagai cara dilakukan pemerintah dan jajarannya untuk mengurangi penggunaan plastik. Hal itu dikarenakan plastik merupakan salah satu bahan yang sulit untuk terurai atau terdegradasi. Aktivitas manusia sangat sulit untuk dilepaskan dari yang namanya plastik. Dengan begitu, muncullah inovasi baru mengenai kemasan plastik ramah lingkungan yang dapat terurai dengan cepat secara alami dikarenakan rantai penyusunnya yang pendek.

Penggunaan kemasan plastik berbahan dasar polypropylen

Anda pasti sudah sering mendengar bahwa pemerintah melarang penggunaan styrofoam sebagai kemasan produk pangan. Hal itu dikarenakan dapat membahayakan kesehatan dan sangat sulit untuk terurai. Ya, penggunaan styrofoam saat ini mulai dikurangi oleh berbagai kalangan. Diperlukan 100 tahun agar bahan tersebut dapat terurai, waktu yang sangat lama. Bukan? Maka dari itu, banyak pengusaha maupun kalangan lainnya yang mulai berpindah ke materi sintesis styrofoam, yaitu berasal dari polypropylen yang ramah lingkungan.

Polypropylene atau biasa disingkat PP ini memiliki sifat yang lentur, keras, tahan terhadap lemak, bahan kimia dan oanas. Jenis ini akan dapat berubah lunak pada suhu yang sangat tinggi, yaitu 140 derajat C. Anda bisa menemukan jenis ini pada kotak makanan, pot tanaman, sedotan, dan berbagai macam botol.

Penggunaan wadah biofarm

Apakah Anda pernah mendengar istilah ini dalam bidang sampah? Biofarm sudah sering digunakan sebagai bahan pengganti styrofoam yang berbahan dasar alami. Bahan baku untuk membuat wadah biofarm ini adalah pati yang ditambah dengan serat untuk memperkuat strukturnya. Keduanya bisa diperoleh dari jenis tanaman pangan manapun yang mengandung unsur – unsur tersebut. Proses pembuatan wadah ini yaitu dengan teknologi thermopressing yang dimana adonan pati, serat dan bahan aditif lainnya dicampurkan dengan komposisi tertentu. Selanjutnya, adonan tersebut dicetak pada suhu 170 – 180 derajat C selama kurang lebih 2 -3 menit. Bahan alami tersebut jelas dapat diurai, sehingga plastik yang sulit terurai dapat teratasi dengan baik.

Kemasan edible packaging

Agar sampah tidak semakin menumpuk di muka bumi ini, maka setelah Anda makan makanan Anda, makan  juga kemasannya. Aneh? Tidak! saat ini sudah banyak kemasan yang aman untuk dimakan. Kemasan ini bersifat plastis, tidak berwarnam tidak berasa dan tidak berbau, sehingga nyaman – nyaman saja untuk dimakan. Kemasan edible packaging ini tidak menimbulkan efek samping, cukup aman untuk dimakan, bukan? Dengan begitu, Anda tidak perlu repot – repot mencari tempat sampah untuk membuang sampah plastik Anda setelah makan. Anda bisa langsung memakannya. Simpel, bukan? Kemasan dengan menggunakan metode ini dikelompokkan menjadi dua fungsi, ada yang berguna sebagai pelapis (adible coating) dan ada pula yang berbentuk lembaran (edible film). Kemasan ini bermanfaat sebagai agen penambah masa simpan produk. Hal ini karena sirkulasi udara yang langsung ke bahan tersebut bersifat minimal. Kombinasi zat antioksidannya juga bisa menambah sifat fungsional bahan pangan yang dikemas. Dengan adanya inovasi – inovasi baru mengenai sampah, bahkan seringkali diangap sepele. Diperlukan adanya kesadaran dari semua pihak, baik itu pemerintah, masyarakat dan sejenisnya. Terlebih saat ini sudah banyak kemasan plastik yang ramah lingkungan. Anda bisa mencari informasi selengkapnya terkait kemasan plastik di laman web  https://ecorasa.id/. Produk ini terkenal ramah lingkungan dan banyak jenisnya, desainnya juga simpel dan menarik.

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *